Pernyataan Kontroversial Wartawan Athia: “Kapolsek Sampai Nangis Karena Saya”

Uncategorized124 Dilihat

Dua Koto, Sumatera Barat — Sebuah pernyataan mengejutkan dari wartawan yang mengaku senior, Athia, memicu kontroversi hebat. Dalam percakapan yang kini viral, Athia dengan percaya diri mengklaim telah membuat seorang Kapolsek menangis:

 

“Kalau nggak percaya, tanya aja Kapolsek Dua Koto. Sampai nangis dia ku buat.”

 

Pernyataan itu sontak menjadi perbincangan panas, tidak hanya di kalangan masyarakat, tetapi juga di jajaran kepolisian. Banyak pihak menilai gaya bicara Athia melampaui batas profesionalisme jurnalis, dan lebih menyerupai intimidasi.

 

Seorang pengamat media yang enggan disebut namanya menegaskan, “Kalau benar sampai membuat aparat menangis karena tekanan, ini bukan kebanggaan profesional. Ini pelanggaran etika jurnalistik yang serius.”

 

Bahkan, dugaan intimidasi semacam ini bisa menimbulkan trauma psikologis bagi aparat dan masyarakat, dan mencederai citra pers sebagai pilar demokrasi yang independen dan beretika.

 

Namun, tidak semua pihak mengecam. Beberapa tokoh masyarakat melihat tindakan Athia sebagai ekspresi frustrasi terhadap birokrasi yang lamban dan kurang transparan. Meski demikian, mayoritas pengamat menegaskan bahwa ketajaman jurnalistik tidak boleh disamakan dengan kesombongan atau kekerasan verbal.

 

Kasus Athia kembali menyoroti pertanyaan besar: Di mana batas keberanian jurnalistik, dan di mana arogansi mulai mencederai profesi? Bagi dunia pers Indonesia, peristiwa ini menjadi pengingat keras bahwa integritas dan etika tetap harus diutamakan, meski menghadapi tekanan dan ketidaktransparanan aparat.

 

 

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *