Viral di Dua Koto: Kepala Sekolah Bantah Pungutan, Komite Akui Ada Sumbangan untuk HUT RI ke-80

Uncategorized87 Dilihat

Dua Koto, –  Presesimedia.com

Perayaan HUT RI ke-80 di Kecamatan Dua Koto mendadak menjadi sorotan publik setelah muncul kabar tentang pungutan di salah satu sekolah dasar setempat. Isu ini memicu perdebatan di media sosial dan grup orang tua murid.

 

Kepala UPT SDN 21 Jorong Kelabu, Sixboy Dani, menegaskan bahwa pihak sekolah tidak pernah memalak wali murid. Biaya yang dikumpulkan, menurutnya, murni hasil kesepakatan bersama antara wali murid dan komite sekolah. “Saya sebagai kepala UPT SD tidak pernah meminta iuran apapun secara paksa. Semua sumbangan dikumpulkan atas dasar kesepakatan bersama untuk kelancaran perayaan HUT RI ke-80,” ujarnya saat ditemui di ruang kerjanya, Selasa (9/9/2025).

 

Sixboy Dani menambahkan, keikutsertaan anak-anak dalam perayaan kemerdekaan penting untuk menanamkan nilai perjuangan para pahlawan sejak dini.

 

Sementara itu, Tentu Khairani, salah seorang pengurus komite sekolah, mengakui adanya sumbangan tersebut. Namun, ia menekankan bahwa penggalangan dana bersifat sukarela dan transparan, sebagai bentuk partisipasi orang tua dalam mendukung kegiatan sekolah. “Semua dilakukan melalui musyawarah dengan wali murid. Tidak ada paksaan dari pihak sekolah,” jelas Khairani.

 

Isu ini sempat menggegerkan dunia pendidikan setempat karena tudingan pemalakan. Namun, pihak sekolah dan komite menegaskan bahwa seluruh kegiatan dana dilakukan secara transparan.

 

Di sisi lain, sejumlah murid membagikan pengalaman mereka di grup chat sekolah. Salah satunya mengungkap bahwa pembayaran iuran dapat dicicil hingga satu bulan, dan ia merasa tidak terbebani.

 

Namun, diskusi tetap berlanjut karena beberapa anggota grup menyoroti Permendikbud Nomor 75/2016, yang menyebutkan bahwa sumber sumbangan yang diperbolehkan adalah pihak ketiga, bukan wali murid atau siswa. “Pihak ketiga bisa berupa individu, tokoh masyarakat, tokoh pendidikan, atau dana APBD/APBN. Sayangnya, pelanggaran ini sering terjadi tapi jarang diperhatikan,” komentar seorang anggota grup.

 

Di tengah perdebatan, muncul ajakan untuk menjaga persaudaraan dan mencari solusi terbaik. Ali Asman menulis, “Assalamualaikum wr wb. Gak usah bertengkar, kita semua ini saudara dan sahabat. Mari kita cari solusi yang tepat dan paling baik.”

 

Redaksi.

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *