
Pasaman Barat – libastime.com
Ledakan tabung oksigen di RSUD Pasaman Barat (RSUD Pasbar) bukan insiden biasa—ini adalah tragedi kelalaian yang nyaris merenggut nyawa pasien dan mencoreng wajah layanan kesehatan publik. Sebuah fasilitas yang seharusnya menjadi tempat perlindungan terakhir justru berubah menjadi ladang berbahaya karena buruknya pengawasan dan kelalaian prosedur keselamatan.
Nyawa Pasien Diabaikan oleh Sistem yang Tumpul
Tabung oksigen, alat vital dalam penanganan pasien, meledak di lingkungan rumah sakit yang notabene memiliki prosedur dan standar operasional. Namun faktanya, korban mengalami luka serius dan harus dirujuk ke Padang. Di mana tanggung jawab RSUD Pasbar ketika pasien justru menjadi korban dari alat medis yang tidak aman?
Kebobrokan Sistemik: Bukan Sekadar Human Error
Ledakan ini bukan semata ‘kecelakaan kerja’. Ini adalah hasil dari sistem pengawasan yang gagal, prosedur keselamatan yang diabaikan, dan manajemen rumah sakit yang lalai. Jika satu tabung bisa meledak, berapa banyak lagi tabung yang rawan? Berapa banyak lagi pasien yang sedang tidur berdampingan dengan ancaman mematikan?
LSM P2NAPAS: “Ini Kejahatan Terstruktur”
Ahmad Husein Batu Bara, Ketua Umum LSM P2NAPAS, menilai bahwa kejadian ini adalah puncak gunung es dari serangkaian kelalaian yang tak pernah ditindak tegas.
> “Ini bukan lagi soal profesionalitas, ini soal nyawa. Rumah sakit yang lalai dalam prosedur keselamatan harus dianggap gagal total. Manajemen RSUD Pasbar harus dievaluasi dari pucuk hingga akar.”
P2NAPAS mendesak agar kasus ini tidak hanya berhenti di permintaan maaf atau konferensi pers. Harus ada audit independen dan sanksi pidana bila ditemukan unsur kelalaian fatal.
Bupati Tak Bisa Lagi Berlindung di Balik Pencitraan
Sebelum kejadian ini, Bupati Pasaman Barat, H. Yulianto, menyebut layanan RSUD Pasbar “cukup baik.” Pernyataan itu kini terdengar seperti ironi yang menyakitkan. Di tengah tragedi ini, publik menuntut lebih dari sekadar statemen: di mana pengawasan pemerintah daerah?
Jika Pemkab tidak segera turun tangan dengan langkah nyata, maka mereka bukan hanya lalai, tapi juga menjadi bagian dari masalah.
Transparansi Total atau Mosi Tidak Percaya
Publik kini menuntut jawaban nyata, bukan retorika:
Apa kronologi pasti ledakan tabung oksigen?
Mengapa tabung dalam kondisi tidak aman?
Di mana SOP pemeliharaan dan pengawasan alat medis?
Apa pertanggungjawaban terhadap korban dan keluarga?
Jika RSUD dan Pemkab tidak segera memberikan transparansi penuh, maka mosi tidak percaya dari masyarakat hanya tinggal menunggu waktu.
Momentum Perubahan atau Bukti Kegagalan Total
Ledakan ini adalah ujian moral bagi RSUD Pasbar dan Pemda Pasaman Barat. Mereka punya dua pilihan: membersihkan sistem dari akar dengan tindakan tegas dan terbuka, atau terseret dalam lumpur birokrasi yang korosif dan membahayakan keselamatan publik.
Informasinegara.com akan terus mengawal kasus ini dan mendesak pihak berwenang untuk bertindak. Karena bagi kami, keselamatan publik bukan isu sampingan—ini urusan hidup dan mati.
Ul
Redaksi libastime.com

