Tambang Ilegal di Muara Tambangan Diduga Dibiarkan, Warga Menjerit: Sungai Rusak, Hukum Bungkam

Uncategorized157 Dilihat

Muara Tambangan, 24 Oktober 2025 — Aktivitas tambang ilegal di kawasan Muara Tambangan kian merajalela. Sejumlah alat berat terlihat bebas beroperasi di sekitar aliran Sungai Muara Tambangan selama dua bulan terakhir, tanpa ada tanda-tanda penindakan dari aparat.

 

Warga sekitar menuding ada pembiaran terhadap praktik yang jelas-jelas melanggar hukum ini. Air sungai kini berubah keruh, ikan-ikan menghilang, dan tebing di sekitar lokasi mulai terkikis parah.

 

> “Air sudah tak bisa dipakai lagi. Dulu kami bisa mandi dan ambil air di sungai, sekarang penuh lumpur. Kalau hujan, kami takut longsor,” kata seorang warga, Jumat (24/10), dengan nada kesal.

Aroma Pembiaran

> “Kami curiga ada yang bermain di balik ini. Kalau aparat serius, mustahil alat berat bisa keluar masuk tanpa izin,”

kerusakan yang ditimbulkan tambang ilegal di Muara Tambangan sudah mengancam keberlangsungan hidup warga. Lahan pertanian rusak, sumber air tercemar, dan habitat sungai musnah.

> “Tambang ilegal bukan hanya merusak alam, tapi juga menyingkirkan hak hidup masyarakat. Negara harus hadir, bukan menutup mata,” tegas seorang warga yg enggan di sebutkan nama nya.

Tanggung Jawab Pemerintah Dipertanyakan

Kegiatan tambang tanpa izin di Muara Tambangan menambah panjang daftar praktik tambang ilegal di daerah dua koto kab pasaman. Publik kini menanti langkah nyata dari pemerintah daerah, kepolisian, dan Kementerian ESDM untuk menghentikan perusakan lingkungan yang terjadi di depan mata.

 

Namun hingga berita ini diturunkan, belum ada keterangan resmi dari pihak terkait. Alat berat masih tampak beroperasi di sekitar sungai, sementara warga hanya bisa pasrah menunggu keadilan turun — entah dari hukum, atau dari alam yang kelak menuntut balas.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *